“You would be great for this!”

Someone knocked my inbox with an opportunity that left me grinning for the past hour. An opportunity I’ve always thought not qualified for.

I just deleted a whole load of things I just wrote for this post. Sometime later, someone will read it wrongly and tell me how emotional I am.

If I am told to be less emotional, it is as if I am told to be less of myself.

And all I can think of is this, the poem I read on Saturday.

Aku. Tiga. Dan Lima.

ini kata puisi

dari karyawan yang lara.

barangkali bikin hujan timpa

lebih bergelora.

kisah cinta dihisab

satu malam panjangnya.

mengenai si tiga

dengan yang ke lima.

kalau aku kira sepuluh

kembali ke nombor satu

mungkin tiga dan lima akan ku curi

bawa pergi. jauh dari sini.

mungkin kita lenjun ketika ribut melanda

biar demam dalam kehangatan cinta.

bersama tiga. dan lima.

kalau empat tambah satu

dan empat tolak satu

tiga dan lima masih milikku.

hei tiga dan lima

lantang kau laung kata cintamu

yang dengar bukan satu, bukan seribu.

dan juga bukan aku.

tapi lagak karya sasar amir hamzah

atau nobatan cinta ilahi si rumi

ini puisi insan bernama abby

nombor ganjil tidak bererti

jadi biarlah aku, tiga dan lima

di dalam hutan gelap puaka

bermadu cinta manja dan lara

kerana kami semua

bukan uda, bukan dara.

hanya aku. tiga. dan lima.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s